MUARA TEWEH – Bupati Barito Utara, H. Shalahuddin, menegaskan kesiapan pemerintah daerah untuk mempercepat pelaksanaan program-program strategis pada tahun 2026 seiring pulihnya kapasitas anggaran daerah.
Ia menyampaikan bahwa penguatan fiskal menjadi modal penting untuk melanjutkan visi, misi, serta 11 program unggulan yang telah dirancang untuk mendorong percepatan pembangunan daerah.
Meski sebelumnya terjadi penurunan dana transfer pusat yang signifikan, Shalahuddin menjelaskan pemerintah daerah berhasil mengoptimalkan skema Treasury Deposit Facility (TDF) sehingga anggaran kembali ke kisaran Rp3,2 triliun.
Dalam rangka memastikan efektivitas program, seluruh perangkat daerah dan kecamatan telah mengikuti rapat sinkronisasi agar pelaksanaan pembangunan berjalan selaras dan terarah.
Salah satu fokus utama pemerintah daerah adalah pengadaan alat berat melalui skema swakelola guna mendukung pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan. Bupati menegaskan alat berat tersebut hanya digunakan untuk kepentingan pemerintah daerah dan tidak boleh disewakan ataupun dimanfaatkan oleh pihak swasta.
Selain itu, Pemkab Barito Utara juga terus melanjutkan pembangunan tiga jembatan prioritas, yakni Jembatan Tumpung Laung, Lemo, dan Lahei beserta akses jalannya. Proyek tersebut ditargetkan selesai secara bertahap dengan dukungan cadangan fiskal daerah.
Di sektor pendidikan, pemerintah daerah berkomitmen memperluas bantuan sarana belajar. Pada 2026, seluruh pelajar di Barito Utara ditargetkan menerima perlengkapan sekolah secara gratis, termasuk seragam dan buku, guna menghapus pungutan pendidikan.
Pelayanan kesehatan gratis berbasis KTP juga dipastikan tetap menjadi prioritas dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Shalahuddin menegaskan seluruh program prioritas akan mulai berjalan pada 2026 dan dilanjutkan melalui skema pembangunan berkelanjutan hingga 2030, demi mewujudkan Barito Utara yang maju dan merata. (red)

