MUARA TEWEH-Penyaluran aliran listrik yang belum merata di sejumlah desa di Kabupaten Barito Utara masih menjadi keluhan utama masyarakat. Kondisi ini disampaikan langsung oleh tiga kepala desa saat kunjungan kerja Bupati dan Wakil Bupati Barito Utara, Shalahuddin–Felix Sonadie, di Kecamatan Gunung Purei, belum lama ini.
Keluhan tersebut datang dari Kepala Desa Bukit Sawit, Desa Lemo II, dan Desa Lampeong. Mereka menyampaikan bahwa aliran listrik di desa masing-masing belum sepenuhnya normal, bahkan ada yang hanya menyala pada malam hari dan padam pada siang hari.
Kepala Desa Lampeong, Surianata, mengungkapkan keterbatasan listrik sangat berdampak pada aktivitas pemerintahan desa dan kehidupan masyarakat.
“Di desa kami listrik hanya hidup malam hari. Untuk bekerja di kantor desa siang hari kami terpaksa menggunakan genset. Ini juga keluhan masyarakat yang terus kami terima,” ujarnya.
Menanggapi hal tersebut, Bupati Barito Utara, Shalahuddin, menegaskan bahwa persoalan listrik desa sudah masuk dalam program unggulan pemerintah daerah yang akan direalisasikan mulai tahun 2026.
Ia menjelaskan, selain listrik, pemerintah daerah juga akan menyelesaikan persoalan sinyal internet, jalan, jembatan, serta kekurangan tenaga pendidik di wilayah pedesaan.
“Semua keluhan ini sudah masuk dalam program kami. Tahun 2026 akan mulai dikerjakan secara bertahap,” kata Shalahuddin.
Ia menargetkan pada 2027 seluruh desa di Barito Utara sudah menikmati aliran listrik dan jaringan komunikasi yang memadai.
“Kita targetkan Barito Utara terang semua, listrik dan sinyal juga,” pungkasnya. (red)

