KASONGAN-Kondisi Puskesmas Pembantu (Pustu) di sejumlah desa di Kabupaten Katingan kembali menjadi sorotan. Legislator Katingan, Sugianto, menilai banyak bangunan Pustu sudah tidak layak karena usia bangunan yang relatif tua, bahkan rata-rata telah berdiri lebih dari 15 tahun.
Ia menegaskan, Pustu merupakan fasilitas kesehatan paling dekat dengan masyarakat desa, khususnya bagi warga yang tinggal jauh dari pusat layanan kesehatan. Kerusakan fisik seperti atap bocor hingga plafon jebol dinilai dapat mengganggu kenyamanan sekaligus kualitas pelayanan kesehatan.
Sugianto mengungkapkan, usulan perbaikan maupun pembangunan Pustu baru sebenarnya telah berulang kali disampaikan. Namun hingga kini, realisasi di lapangan masih minim. Ia mencontohkan Desa Kuluk Sapangi yang hingga sekarang belum memiliki bangunan Pustu sejak Kabupaten Katingan terbentuk.
Meski memahami keterbatasan anggaran daerah dalam beberapa tahun terakhir, Sugianto menilai alasan tersebut tidak seharusnya terus dijadikan dalih sehingga kebutuhan dasar masyarakat terabaikan dari tahun ke tahun.
Ia pun mendorong pemerintah desa bersama tokoh masyarakat, khususnya di wilayah Katingan Hulu dan daerah lainnya, agar lebih aktif menyuarakan kebutuhan perbaikan Pustu melalui Musrenbang maupun forum perencanaan lainnya. Dengan demikian, ketika kondisi keuangan daerah membaik, pembangunan dan perbaikan Pustu dapat masuk sebagai prioritas Pemkab dan Dinas Kesehatan Katingan. (red)

