Muara Teweh – Kebakaran permukiman terjadi di Jalan Merak Simpang Anem, Kelurahan Melayu, Kecamatan Teweh Tengah, Kabupaten Barito Utara, Rabu malam (7/1/2026).
Peristiwa tersebut pertama kali dilaporkan warga ke Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB) BPBD Barito Utara pada pukul 23.01 WIB.
Menindaklanjuti laporan itu, tim gabungan langsung dikerahkan ke lokasi untuk melakukan pemadaman. Kepala Pelaksana BPBD Barito Utara, Simamoraturahman, melalui Kepala Bidang Darurat dan Logistik, Rizali Hadi, menyampaikan bahwa respons cepat dilakukan bersama sejumlah unsur terkait.
“Begitu laporan diterima, anggota BPBD Barito Utara bersama Disdamkarmat, unsur TNI/Polri, serta dibantu warga setempat segera menuju lokasi dan melakukan pemadaman api,” ujar Rizali, Kamis (8/1/2026).
Ia menjelaskan, api pertama kali diketahui warga sekitar dan diduga berasal dari salah satu ruko sembako milik penyewa bernama Wandra Samosir. Proses pemadaman berlangsung cukup lama hingga api berhasil dikendalikan dan dipadamkan sepenuhnya pada pukul 01.12 WIB.
Dalam upaya tersebut, BPBD Barito Utara mengerahkan empat unit mobil water supply (WS), sementara Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) menurunkan tujuh unit mobil pemadam kebakaran.
Kebakaran ini berdampak pada satu unit rumah dan empat pintu ruko milik H. Rani. Selain itu, satu pintu ruko sembako yang disewa Wandra Samosir mengalami kerusakan dengan estimasi kerugian sekitar Rp150 juta. Dua pintu ruko gorden milik penyewa Abdan serta satu pintu ruko studio foto milik penyewa Imam juga turut terdampak.
Secara keseluruhan, sekitar 12 orang penghuni terdampak dalam peristiwa tersebut. Hingga kini, sebagian kerugian material masih dalam proses pendataan oleh pihak terkait.
“Untuk penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan pihak kepolisian. BPBD Barito Utara terus berkoordinasi dengan instansi terkait guna memastikan penanganan pascakejadian serta pendataan lanjutan terhadap korban terdampak,” tambah Rizali.
BPBD Barito Utara mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi kebakaran, khususnya di kawasan permukiman dan pertokoan. Warga juga diingatkan untuk memastikan instalasi listrik dan sumber api lainnya dalam kondisi aman guna mencegah kejadian serupa. (red)

