Muara Teweh – Pemerintah Kabupaten Barito Utara terus mengupayakan penanganan banjir di Kecamatan Teweh Tengah melalui langkah terpadu di lapangan. Setelah meninjau titik-titik genangan di kawasan KM 38 Desa Sei Rahayu I, Bupati H. Shalahuddin bersama Wakil Bupati Felix Sonadie Y. Tingan dan Sekda Muhlis meminta seluruh instansi terkait bergerak cepat menindaklanjuti temuan di lapangan.
Dinas PUPR melalui Bidang Sumber Daya Air kini menggenjot normalisasi aliran Sungai Plahana yang selama ini menjadi salah satu jalur air utama menuju Sungai Brioi. Normalisasi tersebut merupakan bagian dari program 100 hari kerja kepala daerah.
Bupati Shalahuddin menegaskan bahwa penanganan banjir harus berbasis data dan analisis teknis yang tepat. Ia meminta pemetaan menyeluruh agar penyebab utama banjir dapat dipastikan dan diperbaiki melalui langkah jangka panjang, bukan sekadar tindakan sementara.
“Kita ingin masyarakat tidak terus-menerus menghadapi banjir setiap musim hujan. Karena itu semua program harus dirancang dengan perhitungan teknis yang jelas,” ujar Shalahuddin, Sabtu (8/11).
Sementara itu, Kepala Dinas PUPR, M. Iman Topik, menyebut tim teknis telah turun melakukan survei dan penyusunan Survey Investigasi Desain (SID). Hasilnya akan menjadi dasar penentuan pola penanganan banjir secara permanen.
Dengan normalisasi sungai dan koordinasi lintas perangkat daerah, Pemkab Barito Utara berharap genangan yang selama ini terjadi dapat ditekan dan aktivitas masyarakat kembali berjalan normal. (red)

