Muara Teweh – Tim Penggerak PKK Kabupaten Barito Utara menekankan bahwa upaya mencegah pernikahan anak membutuhkan keterlibatan aktif seluruh lapisan masyarakat, mulai dari keluarga hingga lingkungan desa. Hal ini disampaikan Ketua TP PKK Barito Utara, Maya Savitri Shalahuddin, saat kegiatan sosialisasi di Desa Lemo I, Kecamatan Teweh Tengah.
Menurut Maya Savitri, pernikahan di usia anak berpotensi menimbulkan berbagai dampak sosial, kesehatan, dan pendidikan. Karena itu, edukasi dan pendampingan kepada masyarakat menjadi langkah penting agar anak-anak dapat tumbuh optimal dan memiliki masa depan yang lebih baik.
Sosialisasi yang digelar bersama Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana serta Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Disdalduk KB 3A) tersebut juga menyoroti pentingnya penguatan peran perempuan di tingkat desa. Pemberdayaan perempuan dinilai mampu menjadi salah satu kunci dalam memutus rantai pernikahan dini.
Ketua Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Barito Utara, Mira Apriyantinada Felix SY Tingan, menyampaikan bahwa perempuan memiliki peran strategis tidak hanya dalam keluarga, tetapi juga dalam pembangunan ekonomi desa. Dengan akses pendidikan dan keterampilan, perempuan dapat menjadi motor perubahan sosial.
Sementara itu, Kepala Desa Lemo I, Nuripansyah, menyatakan dukungan penuh terhadap program tersebut. Pemerintah desa, kata dia, siap berkolaborasi dengan berbagai pihak untuk menciptakan lingkungan yang melindungi anak serta mendorong perempuan agar lebih berdaya dan mandiri. (red)

