Muara Teweh – Menurunnya produksi batu bara di Kabupaten Barito Utara berdampak langsung pada menurunnya dana bagi hasil sektor pertambangan dan dana transfer dari pemerintah pusat.
Sekretaris Daerah (Sekda) Barito Utara, Drs. Muhlis, menjelaskan bahwa anjloknya produksi batu bara membuat pendapatan daerah mengalami penurunan signifikan, sehingga dana transfer untuk tahun 2026 hanya diperkirakan sekitar Rp490 miliar dari sebelumnya Rp1,7 triliun.
Ia menilai, penurunan hasil tambang ini menjadi salah satu tantangan besar bagi perekonomian daerah yang selama ini masih bergantung pada sektor pertambangan mineral dan batu bara (minerba).
“Penerimaan dana transfer daerah menurun karena produksi batu bara kita saat ini berkurang. Dampaknya tentu terasa pada pendapatan bagi hasil,” jelasnya.
Pemerintah daerah kini tengah menyiapkan langkah strategis untuk menjaga kestabilan keuangan daerah, termasuk mendorong potensi ekonomi lain di luar sektor tambang agar ketergantungan terhadap batu bara dapat dikurangi secara bertahap. (red)

