Muara Teweh – Sebanyak 235 pegawai RSUD Muara Teweh mengikuti pelatihan Bantuan Hidup Dasar (BHD) sebagai upaya meningkatkan kemampuan pertolongan pertama bagi masyarakat. Pelatihan ini diikuti tenaga kesehatan serta pegawai non-medis yang baru bergabung.
Direktur RSUD Muara Teweh, dr Tiur Maida, mengatakan pelatihan tersebut penting agar seluruh pegawai dapat bertindak tepat ketika menemukan kondisi darurat seperti pasien kolaps atau tidak sadar. Ia menekankan bahwa tindakan yang salah justru dapat memperburuk keadaan.
Kegiatan ini digelar secara berkala setiap tiga tahun. Setelah terakhir dilakukan pada 2023, tahun ini pelatihan kembali dibuka untuk peserta baru. Selain meningkatkan kompetensi, pelatihan ini juga bertujuan memastikan petugas rumah sakit mampu memberikan bantuan kapan pun dibutuhkan oleh masyarakat. (red)

