Muara Teweh – Suasana Rumah Betang di Muara Teweh tampak semarak saat ratusan peserta dari berbagai perguruan Kuntau di Kalimantan Tengah berkumpul untuk mengikuti Festival Kuntau Bupati Cup 2025. Kegiatan itu secara resmi dibuka oleh Staf Ahli Bupati Bidang Keuangan dan Perekonomian, Hery Jhon Setiawan, mewakili Bupati Barito Utara.
Ketua panitia, Ashari Permady, menjelaskan bahwa sebanyak 93 peserta dan official serta 21 panitia terlibat dalam penyelenggaraan tahun ini. Mereka datang dari sejumlah daerah seperti Palangka Raya, Katingan, Murung Raya, Bartim, hingga Kotawaringin Timur. Berbagai perguruan besar turut meramaikan ajang ini, mulai dari PSTK, Mahaga Petak Danum, Siwa Awet Sangar Jatang, PSDKT Tentara Lawung, hingga perguruan Kuntau lokal Barito Utara.
Ashari menegaskan bahwa festival ini menjadi momentum untuk memperkuat posisi Kuntau sebagai identitas budaya daerah. “Ajang ini kami rancang bukan hanya untuk mempertandingkan teknik bela diri, tetapi juga untuk menghidupkan kembali semangat masyarakat dalam melestarikan Kuntau sebagai warisan budaya yang bernilai tinggi,” katanya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh instansi pemerintah yang turut membantu, terutama dalam penyediaan fasilitas dan dukungan teknis. “Kerja sama pemerintah dan masyarakat menjadi kunci kelancaran festival ini,” imbuhnya.
Sementara itu, Nordiansyah, Ketua PSMK Huma Ije Pakat Barito Utara, menekankan bahwa Kuntau memiliki nilai-nilai luhur yang patut diwariskan kepada generasi baru. Menurutnya, seni bela diri tradisional ini mengajarkan disiplin, sportivitas, dan etika sebagai bagian penting dalam pembentukan karakter.
“Festival ini bukan tentang menang atau kalah. Ini tentang menghidupkan kembali budaya kita, memastikan bahwa anak-anak dan remaja Kalimantan Tengah mengenal dan bangga dengan Seni Kuntau,” ujar Nordiansyah.
Ia juga berterima kasih kepada Dinas Budparpora, Yonif 631/Antang, dan BPBD Barito Utara atas dukungan fasilitas seperti lokasi latihan, arena pertandingan, hingga tenda kegiatan. Menurutnya, dukungan seperti ini sangat penting untuk menjaga keberlangsungan kegiatan budaya tradisional.
Festival Kuntau Bupati Cup 2025 dijadwalkan berlangsung selama beberapa hari, dengan berbagai kategori pertandingan yang melibatkan peserta dari usia anak hingga dewasa. Pemerintah Kabupaten Barito Utara berharap acara ini dapat menjadi agenda tahunan yang semakin diminati dan memperkuat kecintaan masyarakat terhadap seni bela diri nusantara. (red)

