Murung Raya – Sore itu, GOR Tana Malai Tolung Lingu dipenuhi gema sorakan dan tepuk tangan. Bukan hanya karena laga final yang menegangkan, tetapi karena kebersamaan yang terasa hangat sejak Ganfash Season III dimulai pada pertengahan September lalu. Sabtu (27/9/2025) menjadi hari yang istimewa ketika Bupati Murung Raya, Heriyus, secara resmi menutup turnamen yang sudah dinanti para pecinta futsal daerah.
Sejak hari pertama, turnamen ini bukan hanya tentang siapa yang mencetak gol terbanyak. Di tepi lapangan, orang tua tampak memantau anak-anak muda berlaga dengan penuh semangat. Para pelatih bersorak, saling memberi kode, sementara panitia bekerja sepanjang hari memastikan kompetisi berjalan mulus. Rasa lelah mereka sering tertutupi oleh tawa dan teriakan kemenangan para pemain muda yang menunjukkan potensi terbaiknya.
Di sela penutupan, Ketua Panitia Reza Rifandi tampak lega. Baginya, keberhasilan Ganfash Season III adalah bukti bahwa kerja kolektif—mulai dari pemerintah daerah, sponsor, hingga tim kecil panitia—masih menjadi energi terbesar dalam membangun kegiatan kepemudaan. Ia percaya turnamen ini akan terus menjadi ruang penting bagi anak-anak muda Murung Raya.
Di barisan tamu undangan, Bupati Heriyus menyampaikan penghargaan kepada semua pihak yang setia mendukung jalannya turnamen. Baginya, olahraga adalah ruang pembinaan mental yang tidak dapat digantikan. Ia melihat langsung bagaimana para pemain, bahkan yang masih duduk di bangku sekolah, menunjukkan kepercayaan diri dan etika bertanding yang membanggakan.
Turnamen ini memberi cerita-cerita kecil yang sulit dilupakan. Ada tim yang datang bukan hanya untuk menang, tetapi untuk belajar lebih banyak tentang kerjasama. Ada pemain yang jatuh bangun mengejar bola namun tetap tersenyum ketika permainan usai. Ada pula para suporter yang dengan sederhana membawa spanduk kain buatan tangan untuk mendukung teman-teman mereka.
Bagi para juara, laga ini menjadi pembuktian. Namun bagi yang belum berhasil, panggung Ganfash tetap menjadi pengalaman berharga. Mereka pulang dengan kepala tegak, membawa pelajaran dan motivasi untuk kembali di musim berikutnya.
Ketika lampu GOR mulai meredup dan penonton meninggalkan tribun, tersisa jejak semangat anak-anak muda yang telah menyatu dalam beberapa hari terakhir. Ganfash Season III bukan hanya turnamen futsal—ia adalah cerita tentang murid, pemuda, pemimpin daerah, dan masyarakat yang bertemu dalam satu ruang untuk merayakan sportivitas.
Dan dari sinilah, harapan baru untuk masa depan olahraga Murung Raya kembali menyala. (red)

