Muara Teweh – Ketua PWI Kalimantan Tengah, M. Zainal, mengajak seluruh wartawan menjaga hubungan harmonis antara organisasi dan pemerintah daerah. Hal itu ia sampaikan dalam Konferensi XI PWI Barito Utara, Senin (3/11).
Dalam pidatonya, Zainal menekankan bahwa jurnalis sejak dulu memegang peran penting dalam perjalanan bangsa. Oleh karena itu, hubungan antara PWI dan pemerintah sudah terbangun sejak era pra-kemerdekaan dan hingga kini tetap saling membutuhkan.
Ia juga menyoroti pentingnya menjaga kondusivitas organisasi di tengah proses pemilihan pengurus. “Perbedaan pilihan itu biasa, tapi jangan sampai merusak persatuan,” ujarnya. Zainal meminta peserta konferensi menjaga suasana tetap sejuk dan menghormati keputusan bersama.
Selain itu, ia menegaskan bahwa dualisme kepengurusan PWI nasional telah tuntas setelah Kongres Persatuan di Cikarang. Menurutnya, hal ini menjadi momentum baik untuk kembali memperkuat organisasi di daerah.
Zainal juga menjelaskan perkembangan kasus viral oknum yang mengaku anggota PWI. Ia memastikan yang bersangkutan bukan anggota aktif dan PWI Kalteng akan tetap memproses pencabutan kartu kompetensinya.
Dalam bidang peningkatan kompetensi, ia menyebut tahun 2025 belum ada agenda uji kompetensi wartawan, namun tahun 2026 PWI Kalteng akan kembali membuka program pengembangan SDM dan kerja sama dengan berbagai pihak.
Ia berharap kepengurusan baru nantinya mampu menjalankan amanah organisasi sekaligus mempertahankan sinergi dengan pemerintah daerah agar program PWI tetap berjalan efektif. (red)

