MUARA TEWEH-Permasalahan belum meratanya aliran listrik di desa-desa Kabupaten Barito Utara kembali mencuat. Tiga kepala desa secara kompak menyampaikan keluhan tersebut kepada Bupati Barito Utara, H. Shalahuddin, saat kunjungan kerja di Kecamatan Gunung Purei, baru-baru ini.
Keluhan disampaikan oleh Kepala Desa Bukit Sawit, Lemo II, dan Lampeong. Mereka mengungkapkan bahwa pasokan listrik di desa masih terbatas, bahkan hanya menyala pada malam hari dan padam pada siang hari.
Kepala Desa Lampeong, Surianata, mengatakan kondisi ini menyulitkan aktivitas pelayanan publik dan kehidupan masyarakat sehari-hari.
“Listrik di desa kami tidak menyala penuh 24 jam. Untuk keperluan kerja di kantor desa saja kami harus menggunakan genset,” ungkapnya di hadapan Bupati.
Menanggapi aspirasi tersebut, Bupati Shalahuddin menyatakan pemerintah daerah tidak menutup mata terhadap permasalahan dasar yang dihadapi masyarakat desa.
Ia menegaskan, pemenuhan kebutuhan dasar seperti listrik, jaringan internet, jalan, jembatan, hingga tenaga pendidik telah dirumuskan dalam program prioritas Pemkab Barito Utara.
“Kita akan koordinasi dengan PLN dan Telkom. Target kita semua desa mendapatkan layanan listrik dan sinyal yang layak,” ujar Shalahuddin.
Untuk mempercepat realisasi, Pemkab Barito Utara juga akan membentuk tim percepatan pembangunan daerah mulai tahun 2026.
“Yang sekarang dipertanyakan masyarakat, insyaallah mulai 2026 kita realisasikan, dan paling lambat 2027 Barito Utara sudah terang,” tutupnya. (red)

