Muara Teweh – Pemerintah Kabupaten Barito Utara melalui Dinas Sosial, Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Dinsos PMD) menyalurkan bantuan kepada warga korban kebakaran di RT 5 Desa Nihan Hilir, Kecamatan Lahei Barat, Kamis (8/1/2026).
Bantuan berupa sembako dan peralatan rumah tangga tersebut diserahkan langsung oleh Kepala Dinsos PMD Barito Utara, Suparmi A. Aspian, kepada tiga kepala keluarga yang terdampak kebakaran dan menempati satu rumah.
Dalam kesempatan itu, Suparmi menyampaikan permohonan maaf dari Bupati Barito Utara, Wakil Bupati, serta Sekretaris Daerah yang tidak dapat hadir secara langsung karena agenda yang bersamaan, sehingga penyaluran bantuan diwakilkan kepadanya.
“Bantuan ini merupakan bentuk perhatian dan kepedulian Pemerintah Kabupaten Barito Utara kepada masyarakat yang mengalami musibah kebakaran. Membantu masyarakat terdampak bencana juga menjadi bagian dari tugas dan fungsi Dinsos PMD,” ujar Suparmi.
Ia menambahkan, penyaluran bantuan tersebut juga menjadi bagian dari upaya mendukung visi dan misi Bupati dan Wakil Bupati Barito Utara periode 2025–2029, khususnya dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Suparmi berharap bantuan yang diberikan dapat meringankan beban warga yang terdampak. Ia juga mengingatkan masyarakat untuk lebih waspada terhadap potensi kebakaran di lingkungan tempat tinggal.
“Semoga bantuan ini bisa sedikit meringankan beban warga dan menjadi pelajaran bagi kita semua agar lebih berhati-hati dalam menjaga lingkungan serta rumah tempat tinggal,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Desa Nihan Hilir, Dawin, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Barito Utara atas kepedulian terhadap warganya yang tertimpa musibah.
“Kami mengucapkan terima kasih atas bantuan yang diberikan. Semoga para korban diberikan kesehatan, ketabahan, dan kesabaran. Kita juga berharap kejadian serupa tidak terulang kembali,” ucap Dawin.
Diketahui, kebakaran tersebut terjadi pada Rabu (31/12/2025) sekitar pukul 20.00 WIB dan menghanguskan rumah milik Ibu Teti Sumarni. Rumah tersebut dihuni oleh tiga kepala keluarga dengan total sembilan jiwa. Berdasarkan keterangan pihak desa, kebakaran diduga disebabkan oleh korsleting listrik. (red)

