MUARA TEWEH – Ruas Jalan Poros Muara Teweh–Puruk Cahu Kilometer 23 di Desa Nihan Hilir, Kecamatan Lahei Barat, yang sebelumnya tergenang banjir akibat luapan Sungai Rapen, kini kembali dapat dilalui kendaraan setelah debit air berangsur surut, Senin (6/4/2026).
Tim Reaksi Cepat (TRC) dan Pusdalops BPBD Barito Utara telah melakukan kaji cepat di lokasi untuk memastikan kondisi jalan dan keamanan pengguna jalan. Hasil pemantauan menunjukkan genangan air telah surut sehingga arus lalu lintas kembali berjalan lancar.
Kepala BPBD Barito Utara, Simamoraaturahman melalui Kabid Darurat dan Logistik, Rizali Hadi, menyampaikan bahwa akses jalan saat ini sudah normal dan dapat digunakan oleh kendaraan roda dua maupun roda empat.
“Berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, genangan air sudah surut dan jalan dapat dilalui dengan aman oleh masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, Anggota DPRD Barito Utara, H. Tajeri, mengatakan permasalahan banjir yang kerap terjadi di ruas jalan tersebut telah beberapa kali dilaporkan kepada Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional Kalimantan Tengah. Ia berharap pemerintah pusat melalui Kementerian PUPR dapat segera mengambil langkah penanganan permanen untuk mencegah banjir berulang.
Camat Lahei Barat, Adi Suwarman, juga memastikan kondisi Sungai Rapen telah berangsur normal. Menurutnya, surutnya banjir menjadi kabar baik bagi masyarakat karena aktivitas transportasi dan distribusi barang kembali berjalan tanpa hambatan.
Dengan pulihnya kondisi jalan, jalur penghubung Muara Teweh–Puruk Cahu yang menjadi akses vital masyarakat di wilayah Barito Utara dan Murung Raya kembali berfungsi normal, sehingga mobilitas warga dapat berlangsung seperti biasa. (red)


