MUARA TEWEH-Bupati Barito Utara, H. Shalahuddin, menegaskan komitmennya untuk menertibkan aktivitas pasar liar yang dinilai merugikan pedagang resmi. Penegasan itu disampaikan saat ia bersama Wakil Bupati Felix meninjau Pasar Pendopo dan Pasar PBB, Sabtu pagi (20/12/2025).
Dalam kunjungan tersebut, Bupati Shalahuddin menyerap langsung aspirasi pedagang, khususnya di Pasar PBB, terkait keberadaan pedagang liar di area depan pasar. Menurut pedagang, kondisi tersebut menyebabkan ketimpangan harga dan menekan pendapatan mereka yang selama ini membayar sewa lapak serta kewajiban pajak.
Menanggapi keluhan itu, Bupati Shalahuddin memastikan pemerintah daerah akan segera mengambil langkah penataan dan penertiban melalui koordinasi dengan dinas terkait.
“Nanti kita atur dan tertibkan. Kasihan pedagang yang membayar setiap bulan, pajak dan sebagainya, tapi justru dagangannya habis duluan di area depan,” tegas Bupati Shalahuddin.
Ia menekankan bahwa penertiban dilakukan demi menciptakan keadilan bagi pedagang resmi sekaligus menjaga ketertiban pasar. Pemerintah daerah tidak ingin pedagang yang taat aturan justru dirugikan oleh aktivitas yang tidak sesuai ketentuan.
Selain persoalan pasar liar, Bupati Shalahuddin juga menyinggung rencana penataan dan renovasi Pasar Pendopo agar lebih tertib, nyaman, dan memiliki kepastian bagi pedagang dalam berjualan.
Pemerintah Kabupaten Barito Utara, lanjutnya, berkomitmen menjadikan pasar tradisional sebagai pusat ekonomi rakyat yang tertata, adil, dan berkelanjutan, terutama menjelang momentum peningkatan aktivitas belanja masyarakat pada akhir tahun. (red)


