Muara Teweh – Pemerintah Kabupaten Barito Utara terus mematangkan persiapan penyelenggaraan Musabaqah Tilawatil Quran dan Hadits (MTQH) XXXIII Tingkat Provinsi Kalimantan Tengah yang akan digelar di Barito Utara. Melalui rapat koordinasi panitia yang berlangsung di Aula Setda Lantai I pada Senin (27/10/2025), seluruh bidang diminta menyampaikan progres dan kesiapan masing-masing.
Rapat yang dipimpin Bupati Barito Utara H Shalahuddin itu membahas berbagai aspek penting, baik teknis maupun nonteknis, mulai dari kesiapan perlengkapan, peremajaan peralatan, sarana pendukung, hingga kebutuhan pemondokan kafilah.
Bupati Shalahuddin menegaskan bahwa seluruh persiapan harus benar-benar tuntas sebelum pelaksanaan. Ia mengingatkan bahwa waktu efektif yang dimiliki panitia tinggal 17 hari.
“Karena kita bekerja H-3, tepatnya pada Kamis 13 November 2025, semua pekerjaan harus sudah 100 persen,” tegasnya.
Selain kesiapan teknis, Bupati juga mendorong publikasi kegiatan dilakukan lebih masif agar informasi MTQH diketahui secara luas oleh masyarakat. Ia meminta promosi diperkuat melalui media sosial, media massa, serta pembuatan video animasi penunjang.
“Iklan informasi publik harus diperluas dan digencarkan. Masyarakat perlu tahu dan ikut menyukseskan MTQH XXXIII ini,” ujarnya.
Bupati turut menekankan pentingnya kenyamanan kafilah, terutama terkait pemondokan, ketersediaan air bersih, serta fasilitas sanitasi. Ia meminta agar seluruh saluran air dipastikan berfungsi dengan baik dan tempat pemondokan siap pakai.
Pada area panggung utama, ia menambahkan agar disediakan musholla kecil dan tempat wudhu bagi peserta yang ingin melaksanakan ibadah di sela kegiatan. Selain itu, pelibatan UMKM lokal juga diminta tetap dilakukan dengan penataan yang rapi dan menjaga estetika lokasi acara.
Rapat tersebut juga menjadi ajang evaluasi langsung setiap bidang terkait persiapan yang sudah dan belum terlaksana. Panitia menargetkan Barito Utara tampil sebagai tuan rumah terbaik pada MTQH XXXIII, sekaligus menunjukkan semangat religius serta kebersamaan masyarakat setempat. (red)

