MUARA TEWEH – Ketua Komisi III DPRD Barito Utara, H. Tajeri, menyerukan perhatian lebih besar terhadap kesejahteraan guru, terutama yang bertugas di wilayah pedalaman. Pernyataan ini ia sampaikan bertepatan dengan peringatan Hari Guru, yang menurutnya menjadi momentum refleksi atas jasa para pendidik.
Tajeri menegaskan bahwa pengabdian guru merupakan fondasi terbentuknya seluruh pejabat dan penyelenggara negara. Karena itu, ia menilai keluhan para guru harus menjadi prioritas pemerintah.
Ia menyampaikan bahwa kondisi infrastruktur pendidikan masih timpang, terutama di desa terpencil. Rumah dinas rusak, fasilitas sekolah terbatas, dan akses menuju sekolah yang sulit menjadi kendala berat bagi guru.
“Ini bukan sekadar keluhan, tapi kebutuhan yang harus dipenuhi jika kita ingin pendidikan di desa berjalan layak,” tegas Tajeri.
Ia juga menyoroti persoalan honor guru yang masih jauh dari kata cukup. Namun meski penghasilan minim, banyak guru tetap bertahan mengajar dengan penuh dedikasi.
Persoalan lain yang diangkat Tajeri adalah ketiadaan jaringan internet di sejumlah sekolah, yang menyulitkan guru menjalankan administrasi dan pelaporan berbasis daring. Ia mendorong pemerintah menyediakan perangkat penguat jaringan, termasuk teknologi satelit.
“Guru di desa meminta alat jaringan seperti Starlink. Ini harus dipertimbangkan demi kelancaran tugas mereka,” ujarnya.
Tajeri menegaskan bahwa meningkatkan kesejahteraan dan kenyamanan guru adalah tanggung jawab semua pihak. Ia berharap seluruh keluhan guru dapat segera menemukan solusi konkret demi kemajuan pendidikan di Barito Utara dan Indonesia secara umum. (red)

