PURUK CAHU – Kafilah Dewan Pimpinan Daerah Lembaga Seni Qasidah Indonesia (DPD Lasqi) Nusantara Jaya Kabupaten Murung Raya menorehkan prestasi membanggakan dengan menempati peringkat ketiga juara umum pada Festival Seni Qasidah (FSQ) ke-XII tingkat Provinsi Kalimantan Tengah.
Ajang yang digelar di Kuala Kapuas pada 13–18 Oktober 2026 itu menjadi panggung bagi para talenta seni Islami Murung Raya untuk menunjukkan kemampuan terbaik mereka melalui berbagai cabang perlombaan.
Wakil Ketua Lasqi Nusantara Jaya Kabupaten Murung Raya, Dina Maulidah, mengungkapkan rasa syukur dan apresiasinya atas pencapaian tersebut. Menurutnya, keberhasilan ini merupakan buah dari kerja keras, kedisiplinan berlatih, serta dukungan doa masyarakat.
“Prestasi ini patut kita syukuri bersama. Semua merupakan hasil kerja keras, dedikasi, dan latihan konsisten para peserta yang telah berjuang membawa nama baik Murung Raya,” ujar Dina saat dihubungi dari Puruk Cahu, Senin (19/10/2026).
Pada cabang Pop Religi atau Pop Islami, Ghafur Safutra berhasil meraih juara pertama kategori dewasa putra. Sementara itu, Audia Riska Safitri, Althafun Nisa, dan Rama Fauziah masing-masing meraih juara ketiga. Hayfa Nur Afifa turut menyumbangkan prestasi dengan meraih juara harapan pertama kategori anak putri.
Prestasi lainnya datang dari cabang Bintang Vokalis Gambus. Nayla Humaira Az Zahra berhasil meraih juara ketiga kategori putri remaja.
Sejumlah peserta lain juga menyumbangkan penghargaan bagi Murung Raya. Annisa Husnul Khotimah meraih juara harapan pertama kategori anak putri, Helen Agustin pada kategori dewasa putri, serta Nuryadin Cahaya Fadhilah dan M. Gigih Roviki yang masing-masing meraih juara harapan ketiga kategori dewasa putra dan remaja putra.
Tak hanya unggul melalui penampilan vokal, Murung Raya juga memperlihatkan kekuatan pada cabang Rebana Klasik. Tim remaja putra dan remaja putri sama-sama berhasil menempati posisi juara kedua di kategori masing-masing.
Dina Maulidah, yang juga menjabat Wakil Ketua I DPRD Murung Raya, menilai pencapaian tersebut menjadi bukti bahwa seni Islami memiliki potensi besar untuk terus berkembang di daerahnya.
Ia berharap keberhasilan pada FSQ tingkat provinsi ini tidak membuat para peserta cepat berpuas diri. Sebaliknya, prestasi tersebut harus menjadi motivasi untuk meningkatkan kemampuan, memperkuat pembinaan, dan mempersiapkan diri menghadapi kompetisi berikutnya.
Menurut Dina, seni qasidah dan musik Islami bukan sekadar ajang perlombaan untuk meraih penghargaan, tetapi juga sarana menumbuhkan kecintaan terhadap seni bernapaskan Islam sekaligus melestarikan nilai-nilai budaya religius di tengah masyarakat.
Dengan capaian tiga besar di tingkat provinsi, ia optimistis kafilah Murung Raya dapat terus berkembang dan berpeluang mengharumkan nama daerah pada ajang yang lebih tinggi, termasuk tingkat nasional. (red)


