MUARA TEWEH – DPRD Kabupaten Barito Utara mendorong penguatan koordinasi dalam menghadapi dampak kabut asap terhadap aktivitas pendidikan. Langkah antisipasi dinilai penting untuk melindungi kesehatan peserta didik dan tenaga pendidik tanpa mengabaikan keberlangsungan proses pembelajaran.
Anggota DPRD Kabupaten Barito Utara, Suhendra, mengapresiasi upaya Dinas Pendidikan yang aktif memantau kondisi sekolah sekaligus berkoordinasi dengan pemerintah pusat dan pihak terkait.
Hal itu disampaikannya menyusul pelaksanaan Zoom Meeting Koordinasi Sekolah Terdampak Asap bersama Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah yang berlangsung di ruang kerja Kepala Dinas Pendidikan Barito Utara, Sabtu (22/8/2026).
“Kami mengapresiasi langkah Dinas Pendidikan yang proaktif melakukan koordinasi dengan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah maupun BPMP Provinsi Kalimantan Tengah. Kondisi kabut asap seperti ini harus mendapat perhatian serius, terutama menyangkut kesehatan dan keselamatan peserta didik serta para guru,” ujar Suhendra, Minggu (23/8/2026).
Menurutnya, kondisi kualitas udara yang memburuk dapat berdampak terhadap kegiatan belajar mengajar. Karena itu, setiap sekolah perlu memiliki langkah antisipasi yang jelas dan dapat diterapkan sesuai perkembangan situasi.
Suhendra juga meminta komunikasi antara Dinas Pendidikan dengan satuan pendidikan diperkuat. Informasi mengenai kondisi udara dan dampaknya terhadap pembelajaran harus dapat diterima sekolah secara cepat sehingga langkah penanganan bisa segera dilakukan.
“Jangan sampai sekolah dan orang tua kebingungan ketika kondisi udara memburuk. Karena itu, informasi dan koordinasi harus berjalan cepat dan terbuka,” katanya.
Ia menambahkan, apabila kondisi lingkungan tidak memungkinkan untuk pelaksanaan pembelajaran seperti biasa, aspek keselamatan warga sekolah harus menjadi pertimbangan utama dengan tetap mengacu pada ketentuan yang berlaku.
Di sisi lain, Suhendra menilai layanan pendidikan tetap perlu dijaga agar tidak terhenti. Menurutnya, perlindungan kesehatan dan keberlangsungan pembelajaran perlu berjalan beriringan sesuai kondisi yang dihadapi masing-masing sekolah.
Ia berharap sinergi antara DPRD, pemerintah daerah, Dinas Pendidikan, kementerian, BPMP Provinsi Kalimantan Tengah dan seluruh satuan pendidikan terus diperkuat sehingga penanganan sekolah terdampak kabut asap dapat dilakukan secara cepat dan terkoordinasi. (red)


