MUARA TEWEH – DPRD Kabupaten Barito Utara mendukung penguatan pendidikan pencegahan penyalahgunaan narkoba melalui integrasi materi anti narkoba ke dalam kurikulum sekolah.
Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Barito Utara, H Taufik Nugraha, mengapresiasi pelaksanaan Rapat Koordinasi Integrasi Kurikulum Anti Narkoba (IKAN) Tahun 2026 yang menjadi bagian dari persiapan penerapan program tersebut pada satuan pendidikan SMK di Kalimantan Tengah.
Menurut Taufik, edukasi mengenai bahaya narkoba perlu diberikan sejak dini dan dilakukan secara berkelanjutan. Sekolah dinilai memiliki peran penting dalam membentuk karakter sekaligus membekali generasi muda agar mampu menghadapi berbagai pengaruh negatif.
Hal tersebut disampaikannya, Jumat (4/9/2026). Rakor IKAN sendiri berlangsung di Aula Setda Lantai I, Kamis (3/9/2026).
“Kami sangat mendukung langkah pemerintah dan pihak terkait dalam memperkuat pendidikan anti narkoba di sekolah. Ini penting karena sekolah merupakan salah satu lingkungan strategis untuk membentuk karakter dan memberikan pemahaman kepada generasi muda mengenai bahaya narkoba,” ujarnya.
Taufik menekankan, integrasi materi anti narkoba tidak seharusnya berhenti pada kegiatan pembelajaran atau penyampaian materi semata. Nilai-nilai pencegahan perlu diterapkan dalam kehidupan sehari-hari agar peserta didik memiliki keberanian menolak narkoba dan mampu memilih pergaulan yang sehat.
Ia juga menyoroti peran guru sebagai pendidik sekaligus pembimbing dan teladan bagi siswa. Pemahaman yang benar tentang dampak narkoba perlu diimbangi dengan penguatan karakter peserta didik.
“Anak-anak perlu diberikan pemahaman yang benar mengenai dampak narkoba. Tetapi yang tidak kalah penting adalah membangun karakter, keberanian untuk berkata tidak dan kemampuan memilih lingkungan pergaulan yang sehat,” katanya.
Menurut Taufik, upaya pencegahan juga membutuhkan keterlibatan keluarga. Orang tua perlu membangun komunikasi yang terbuka dengan anak, mengetahui lingkungan pergaulannya serta memberikan pendampingan yang memadai.
“Pencegahan harus dimulai dari lingkungan paling kecil, yaitu keluarga. Kalau keluarga kuat, sekolah memberikan pembinaan dan masyarakat ikut menjaga lingkungan, maka daya tahan generasi muda terhadap narkoba akan semakin kuat,” jelasnya.
Taufik berharap program IKAN dapat dijalankan secara konsisten melalui kerja sama pemerintah daerah, BNN, sekolah, keluarga, masyarakat dan organisasi kepemudaan. Ia menekankan pentingnya hasil nyata agar upaya pencegahan narkoba benar-benar memberikan perlindungan bagi generasi muda. (red)


