Muara Teweh – Rencana Pemerintah Kabupaten Barito Utara melakukan penataan wajah Kota Muara Teweh mendapat apresiasi dari kalangan DPRD. Anggota DPRD Barito Utara, H. Al Hadi, menilai langkah yang ditempuh Bupati Barito Utara, H. Shalahuddin, dalam proses sosialisasi pengadaan tanah dilakukan dengan pendekatan humanis dan mengedepankan kepentingan masyarakat.
Menurut H. Al Hadi, pembangunan infrastruktur perkotaan akan berjalan baik apabila dilaksanakan melalui komunikasi terbuka serta melibatkan masyarakat dalam setiap tahapan perencanaan maupun pelaksanaan.
Ia mengatakan, pendekatan yang dilakukan pemerintah daerah dalam pembebasan lahan dinilai mampu menciptakan suasana kondusif sehingga pembangunan dapat berjalan tanpa menimbulkan persoalan sosial di tengah masyarakat.
“Penataan kota ini bukan hanya soal pembangunan fisik, tetapi juga bagaimana pemerintah menjaga hubungan baik dengan masyarakat melalui dialog dan transparansi,” ujarnya, Kamis (15/1/2026).
Rencana penataan tersebut mencakup sejumlah kawasan strategis di Muara Teweh, seperti Jalan Yetro Sinseng, Jalan Pramuka, Jalan Imam Bonjol, Jalan Tumenggung Surapati, hingga pengembangan kawasan Waterfront City dan Muara Teweh Baru.
H. Al Hadi menilai program pelebaran jalan dan pengembangan kawasan kota merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah menciptakan tata kota yang lebih modern, nyaman, dan tertata untuk jangka panjang.
Ia juga mengajak masyarakat mendukung program pembangunan tersebut karena manfaatnya diyakini akan dirasakan oleh generasi mendatang, terutama dalam meningkatkan akses transportasi, kenyamanan lingkungan, dan pertumbuhan ekonomi daerah.
Menurutnya, pembangunan yang dilakukan dengan prinsip keterbukaan dan musyawarah menjadi modal penting agar proses penataan kota dapat berjalan lancar serta mendapat dukungan luas dari masyarakat.
“Ini adalah langkah besar untuk masa depan Muara Teweh. Jika dijaga bersama, hasil pembangunan ini akan menjadi warisan yang bermanfaat bagi anak cucu kita nanti,” pungkasnya. (red)


