PALANGKA RAYA –Setelah hampir sepekan diguyur hujan dan kondisi cuaca berangsur membaik, kualitas udara di Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah, kembali memburuk.
Konsentrasi partikulat halus atau Particulate Matter (PM2.5) mengalami peningkatan signifikan hingga masuk kategori tidak sehat pada Kamis (5/11/2026).
Berdasarkan hasil pemantauan BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Tjilik Riwut Palangka Raya, konsentrasi PM2.5 mencapai 130,2 mikrogram per meter kubik hingga pukul 09.00 WIB.
Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Tjilik Riwut Palangka Raya, Renianata, menjelaskan, peningkatan konsentrasi PM2.5 sudah terpantau sejak dini hari.

Pada pukul 00.00 WIB, konsentrasi PM2.5 masih berada di kisaran 39 mikrogram per meter kubik. Namun, angkanya terus meningkat secara bertahap hingga menembus 130,2 mikrogram per meter kubik pada pukul 09.00 WIB.
Bahkan, peningkatan cukup tajam terjadi sejak pukul 08.00 WIB dengan konsentrasi mencapai sekitar 114 mikrogram per meter kubik.
Tak hanya kualitas udara yang memburuk, aktivitas titik panas atau hotspot di sejumlah wilayah Kalimantan Tengah juga masih terpantau tinggi.
Berdasarkan data BMKG pada 4 November 2026, tercatat sebanyak 1.535 titik panas tersebar di seluruh wilayah Kalimantan Tengah. Kabupaten Kapuas menjadi wilayah dengan jumlah hotspot terbanyak, yakni mencapai 807 titik.
Disusul Barito Selatan sebanyak 143 titik, Pulang Pisau 123 titik, Seruyan 109 titik, Kotawaringin Barat 81 titik, dan Kotawaringin Timur 78 titik. Sementara Kota Palangka Raya tercatat memiliki 22 titik panas.
Terkait dugaan kabut asap yang menyelimuti Palangka Raya merupakan asap kiriman dari wilayah lain, BMKG menyebut hal tersebut belum dapat dipastikan hanya berdasarkan pemantauan satelit. Diperlukan pengecekan langsung di lapangan untuk memastikan sumber asap.
Kembali memburuknya kualitas udara ini menjadi peringatan bagi masyarakat agar tidak lengah, meski dalam beberapa hari terakhir hujan telah mengguyur Kota Palangka Raya.
Masyarakat diimbau mengurangi aktivitas di luar ruangan apabila tidak mendesak serta menggunakan masker untuk mengurangi paparan partikulat halus yang dapat berdampak terhadap kesehatan. Zal


