PALANGKA RAYA – Hujan dengan intensitas cukup lebat mengguyur Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah, pada Selasa (27/10/2026) sekitar pukul 03.00 WIB. Hujan berlangsung selama kurang lebih dua jam dan membawa kelegaan bagi masyarakat, terutama para penyapu jalan yang setiap hari bekerja di ruang terbuka.
Setelah beberapa bulan dihadapkan dengan kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla), turunnya hujan menjadi kabar baik bagi warga. Para pekerja lapangan pun berharap kondisi udara semakin membaik sehingga mereka dapat kembali beraktivitas dengan lebih nyaman.
Usai diguyur hujan, aktivitas pengendara sepeda motor maupun mobil di sejumlah ruas jalan Kota Palangka Raya terlihat lebih lancar. Sebelumnya, sejumlah kawasan sempat diselimuti kabut asap yang mengganggu jarak pandang.
Namun, hujan yang turun membuat kondisi udara dan jarak pandang berangsur membaik. Meski demikian, genangan air masih terlihat di beberapa titik jalan.
Bagi para petugas penyapu jalan dan taman, turunnya hujan menjadi kabar baik setelah selama beberapa bulan harus beraktivitas di tengah kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan.
“Saya bersyukur karena hujan memberikan kelegaan setelah berbulan-bulan bekerja di tengah kondisi udara yang kurang nyaman akibat kabut asap karhutla,” kata Neni saat ditemui awak media di lokasi.
Meski demikian, membaiknya jarak pandang setelah hujan belum dapat dijadikan satu-satunya indikator bahwa kualitas udara telah kembali normal. Pemantauan melalui data resmi tetap diperlukan untuk memastikan kondisi udara di Kota Palangka Raya.
Masyarakat juga diimbau untuk terus mengikuti informasi kualitas udara serta perkembangan penanganan karhutla di wilayah Kalimantan Tengah.
Turunnya hujan diharapkan menjadi awal membaiknya kondisi lingkungan di Kota Palangka Raya, sekaligus membawa kelegaan bagi warga yang selama ini terdampak kabut asap. Zal


