PALANGKA RAYA – Aksi unjuk rasa digelar Aliansi Masyarakat Kalteng Melawan Jilid IV di depan Kantor Gubernur Kalimantan Tengah, Palangka Raya, Jumat (23/10/2026).
Massa yang berasal dari kalangan mahasiswa, pemuda, dan aktivis tersebut membawa persoalan karhutla sebagai isu utama yang mereka suarakan dalam aksi demonstrasi.
Dalam aksi tersebut, massa menyampaikan sembilan tuntutan kepada Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah. Namun, hingga unjuk rasa berakhir, Gubernur Agustiar Sabran tidak hadir menemui massa aksi.
Sementara itu, membludaknya peserta unjuk rasa membuat kedua lajur Jalan RTA Milono, tepat di depan Kantor Gubernur Kalteng, dipadati massa.
Di tengah kepungan kabut asap, massa Aliansi Masyarakat Kalteng Melawan Jilid IV tetap menggelar demonstrasi di depan Kantor Gubernur Kalimantan Tengah.
Aksi berlangsung sejak pukul 13.00 hingga 17.30 WIB. Asap kekuningan menyelimuti kawasan tersebut, di tengah kondisi kualitas udara yang disebut berada pada tingkat berbahaya.
Massa menyampaikan sembilan tuntutan terkait penanganan karhutla. Namun, hingga aksi berakhir, Gubernur Kalteng Agustiar Sabran tak kunjung muncul untuk menemui demonstran.
Juru bicara aksi, Yuyun Sanjaya, menyatakan kekecewaannya terhadap Gubernur dan jajaran Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah yang tidak hadir menemui massa aksi.
Yuyun menilai, ketidakhadiran gubernur menunjukkan tidak adanya pertemuan langsung dengan masyarakat yang menyampaikan aspirasi. Massa pun meminta Gubernur Kalteng untuk turun dari jabatannya.
Di tengah kabut asap yang kian pekat, massa tetap melanjutkan aksi demonstrasi. Mahasiswa ini menyebut, risiko dan kondisi di lapangan tidak menyurutkan niat mereka untuk menyampaikan aspirasi terkait penanganan karhutla di Kalimantan Tengah.
Tidak hadirnya Gubernur Kalteng Agustiar Sabran untuk menemui massa aksi disebut karena adanya agenda lain. Pada waktu bersamaan, gubernur harus menerima kunjungan Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi.
Mahasiswa ini menegaskan, Aliansi Masyarakat Kalteng Melawan tidak akan tinggal diam di tengah bencana kabut asap yang masih menjadi sorotan. Mereka menyatakan akan kembali turun ke jalan dan melanjutkan aksi demonstrasi sebagai bentuk desakan kepada pemerintah. Zal


