PALANGKA RAYA -Janji penghentian pemadaman listrik yang tak kunjung terealisasi memicu kemarahan massa. Gerakan Pemuda Tolak Pemadaman mendatangi Kantor SPKLU UP3 Palangka Raya, Rabu (7/10/2026).
Kedatangan massa untuk menagih janji PLN menghentikan pemadaman bergilir yang sebelumnya dijanjikan selesai pada Agustus hingga awal September.
Massa meminta General Manager (GM) PLN UID Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah menemui mereka secara langsung untuk memberikan penjelasan terkait kondisi kelistrikan di Palangka Raya dan Kalimantan Tengah.
Hingga waktu yang ditentukan berakhir, tidak ada pimpinan PLN maupun perwakilan manajemen yang datang menemui massa. Situasi ini memicu kekecewaan dan membuat suasana aksi semakin memanas.
Sejumlah massa kemudian berusaha menerobos masuk ke area kantor PLN. Bahkan, beberapa peserta aksi terlihat mencoba memanjat tembok.
Aksi tersebut dihadang aparat keamanan dan pihak kepolisian. Saling dorong antara massa dan petugas pun tak terhindarkan hingga situasi sempat memanas.
Massa kemudian melampiaskan kekecewaan dengan melempar telur busuk ke arah halaman kantor PLN. Mereka menilai PLN belum memenuhi komitmen terkait penghentian pemadaman listrik seperti yang dijanjikan sebelumnya.
Koordinator lapangan, Fiteli, menegaskan massa datang untuk menagih komitmen PLN dalam menjaga kestabilan sistem kelistrikan di Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah.
“Sebelumnya, General Manager PLN UID Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah menjanjikan kondisi kelistrikan di Palangka Raya dan Kalimantan Tengah kembali stabil pada akhir Agustus hingga 5 September,” ungkapnya.
Massa menegaskan aksi ini tidak akan menjadi yang terakhir. Mereka akan terus menyampaikan tuntutan dan mendatangi PLN hingga ada kejelasan mengenai penyelesaian persoalan listrik di Palangka Raya.
Massa juga mendesak PLN membuktikan komitmennya, bukan sekadar memberikan janji, untuk menghentikan pemadaman bergilir dan mengembalikan kondisi kelistrikan agar kembali stabil. Zal


