PALANGKA RAYA -Kondisi kabut asap di Kota Palangka Raya semakin memburuk. Jarak pandang di sekitar Bandara Tjilik Riwut terus mengalami penurunan sejak pagi. Hingga pengamatan terakhir pukul 12.30 WIB, jarak pandang tercatat hanya sekitar 150 meter. Kondisi ini menunjukkan pekatnya kabut asap yang menyelimuti wilayah Palangka Raya.
Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Tjilik Riwut Palangka Raya, Chandra Mukti, mengatakan penurunan jarak pandang tersebut sejalan dengan tingginya konsentrasi partikulat halus atau PM2.5 di udara.
Pada pukul 12.00 WIB, konsentrasi PM2.5 di Palangka Raya tercatat mencapai 2.158,400 µg/m³ dan masuk dalam kategori berbahaya.
“Nilai PM2.5 Palangka Raya sebesar 2.158,400 µg/m³ dalam kategori berbahaya pada pukul 12.00 WIB,” kata Chandra, Rabu (7/10/2026).
Sementara itu, hasil pengamatan cuaca di Bandara Tjilik Riwut sejak pukul 07.00 hingga 12.00 WIB menunjukkan jarak pandang berada pada kisaran 150 hingga 600 meter.
Kondisi tersebut kemudian kembali memburuk pada siang hari. Pada pengamatan pukul 12.30 WIB, jarak pandang hanya tersisa 150 meter.
“Pada pengamatan terakhir pukul 12.30 WIB, jarak pandang tercatat hanya 150 meter,” ujarnya.
Chandra menjelaskan, kondisi tersebut turut dipengaruhi oleh lemahnya kecepatan angin. Pada pukul 12.00 WIB, angin bertiup dari arah utara dengan kecepatan hanya sekitar 2 knot.
Kecepatan angin yang rendah membuat kondisi atmosfer kurang mendukung penyebaran asap. Akibatnya, asap cenderung bertahan di wilayah Palangka Raya dan menyebabkan jarak pandang semakin terbatas.
Kondisi buruknya kualitas udara tersebut terjadi di tengah tingginya sebaran titik panas di wilayah Kalimantan Tengah. Berdasarkan data BMKG periode 6 Oktober 2026 pukul 00.00 hingga 23.59 WIB, terdeteksi sebanyak 5.677 titik panas dengan berbagai tingkat kepercayaan.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 47 titik panas memiliki tingkat kepercayaan rendah, 5.524 titik dengan tingkat kepercayaan menengah, dan 106 titik dengan tingkat kepercayaan tinggi.
Khusus di Kota Palangka Raya, tercatat 609 titik panas, yang terdiri dari 599 titik dengan tingkat kepercayaan menengah dan 10 titik dengan tingkat kepercayaan tinggi.
Sebaran titik panas juga terpantau tinggi di sejumlah wilayah lain. Kapuas tercatat 906 titik, Pulang Pisau 903 titik, Kotawaringin Barat 885 titik, Katingan 687 titik, Seruyan 601 titik, dan Kotawaringin Timur sebanyak 586 titik.
Dengan jarak pandang yang kembali merosot hingga 150 meter, kabut asap kini menjadi persoalan serius bagi aktivitas masyarakat maupun keselamatan transportasi di Palangka Raya.
Masyarakat diimbau meningkatkan kewaspadaan, terutama saat beraktivitas di luar ruangan maupun berkendara. Warga juga diminta mengurangi aktivitas di luar rumah, menggunakan masker ketika harus beraktivitas di luar ruangan, serta berhati-hati saat berkendara karena jarak pandang sangat terbatas.
“Kami mengimbau masyarakat untuk tetap waspada, terutama pengguna jalan agar berhati-hati karena jarak pandang sangat terbatas,” pungkasnya. Zal


