KUALA KAPUAS – Duka menyelimuti warga Kelurahan Panamas, Kecamatan Selat, Kabupaten Kapuas, setelah Saprianto alias Sapri (58) ditemukan meninggal dunia di kebun miliknya pada Kamis (22/10/2026). Sebelumnya, almarhum sempat ikut membantu warga memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sekitar kebunnya.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kapuas, Pangeran Sojuaon Pandiangan, menjelaskan bahwa Sapri bukan anggota tim pemadam maupun relawan. Ia ikut membantu pemadaman atas kemauan sendiri karena lokasi kebakaran berada dekat dengan kebun miliknya.
Setelah ikut memadamkan api, Sapri sempat pulang ke rumah bersama istrinya. Namun, karena masih mengkhawatirkan kondisi kebunnya, ia kembali ke lokasi pada sore hari bersama sang istri untuk memastikan situasi aman.
Setelah memeriksa kebun, istrinya pulang lebih dahulu. Menjelang petang, karena Sapri belum juga kembali, sang istri menyusul ke kebun dan mendapati suaminya sudah meninggal dunia. Ia kemudian menghubungi tim Barisan Pemadam Kebakaran Sukarela (Balakarcana) untuk membantu proses evakuasi.
Pangeran menyampaikan belasungkawa atas kepergian Sapri. Ia berharap almarhum mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan serta kekuatan.
Sementara itu, Pelaksana Tugas Lurah Panamas, Gazali Rahman, membenarkan kejadian tersebut saat ditemui Jumat (23/10/2026). Menurutnya, Sapri dikenal kerap terlibat dalam kegiatan pemadaman karhutla bersama warga, termasuk pada tahun-tahun sebelumnya, meskipun memiliki riwayat penyakit asma.
Gazali mengapresiasi kepedulian Kalaksa BPBD Kapuas yang datang memberikan dukungan kepada keluarga korban setelah menerima informasi kejadian. Ia juga menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Kapuas yang menyalurkan bantuan kepada keluarga almarhum pada Jumat (23/10/2026).
Selain bantuan dari BPBD dan pemerintah daerah, keluarga Sapri turut menerima bantuan dari Balakarcana.
Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya memperhatikan kondisi kesehatan dan keselamatan saat terlibat dalam penanganan karhutla, terutama bagi warga yang memiliki riwayat penyakit. (nas)


