Murung Raya – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Murung Raya menilai pemuda sebagai aset bangsa yang memiliki peran strategis dalam mendukung pembangunan, baik di tingkat daerah maupun nasional. Oleh karena itu, DPRD mendorong generasi muda untuk mencintai daerahnya sekaligus memberikan kontribusi nyataHadirkan sesuai kemampuan dan keahlian masing-masing.
Anggota DPRD Murung Raya, Susilo, menegaskan bahwa peran serta pemuda sangat dibutuhkan guna mempercepat kemajuan pembangunan daerah. “Sebagai pemuda, kita dapat memberikan sumbangsih terhadap pembangunan, baik di bidang sosial, olahraga, maupun sektor lainnya,” ujarnya, Senin (15/09/2025).
Lebih lanjut, Susilo mengingatkan agar pemuda tidak hanya menjadi penonton dalam proses pembangunan. Menurutnya, generasi muda perlu hadir dengan inovasi dan gagasan kreatif yang berorientasi pada hal-hal positif.
“Banyak hal positif yang dapat dilakukan pemuda, seperti menghasilkan karya yang bermanfaat bagi masyarakat, berperan aktif dalam kegiatan sosial, serta menjadi teladan yang baik di tengah masyarakat,” tandasnya.
DPRD Murung Raya berharap, dengan keterlibatan aktif pemuda dalam berbagai sektor, pembangunan daerah dapat terlaksana secara lebih optimal dan berkelanjutan.
Peran Pemuda dalam Pembangunan Daerah dan Perspektif Generasi
Pernyataan Anggota DPRD Kabupaten Murung Raya menyoroti pentingnya peran pemuda sebagai motor penggerak pembangunan daerah sangat relevan jika dikaitkan dengan pembagian generasi yang saat ini aktif di masyarakat. Jika dillihat dari perspektif pembagian generasi, generasi yang dimaksud adalah generasi Milenial & Gen Z
Generasi Milenial (1981–1996) saat ini berusia sekitar 29–44 tahun. Mereka umumnya sudah berada di dunia kerja, menduduki posisi strategis di organisasi, bahkan sebagian sudah terlibat dalam pemerintahan dan wirausaha.
Generasi Z (1997–2012) berusia sekitar 13–28 tahun. Mereka masih mendominasi bangku sekolah, kuliah, atau baru memulai karier. Gen Z dikenal sebagai digital native yang cepat beradaptasi dengan teknologi, kreatif, dan gemar menyuarakan opini melalui media sosial.
Pernyataan DPRD bisa dibaca sebagai ajakan kepada kedua generasi ini untuk tidak pasif dan memanfaatkan keahlian sesuai karakteristik generasi masing-masing.
Karakter Generasi dan Kontribusinya
Milenial cenderung pragmatis, kolaboratif, dan memiliki orientasi pada hasil. Mereka bisa berkontribusi melalui inovasi kebijakan, mengembangkan UMKM, serta memimpin komunitas sosial yang berdampak nyata.
Gen Z lebih vokal, melek teknologi, dan kreatif. Mereka dapat menghadirkan ide-ide segar, kampanye digital untuk isu-isu lokal, serta menggerakkan solidaritas melalui platform online.
Dengan menggabungkan kekuatan dua generasi ini, pembangunan daerah bisa lebih inklusif, cepat, dan berbasis inovasi.
Jika pemuda pasif, pembangunan akan berjalan lambat dan hanya digerakkan oleh pihak pemerintah. Partisipasi rendah juga bisa menimbulkan kesenjangan ide dan membuat kebijakan tidak menyentuh kebutuhan anak muda.
Mengajak pemuda terlibat berarti mempersiapkan sustainability pembangunan daerah. Dengan melibatkan mereka sejak sekarang, akan tercipta kesinambungan kebijakan ketika generasi berikutnya (Gen Alpha) tumbuh dewasa. (Red)

