PALANGKA RAYA – Kenaikan harga kemasan plastik dalam beberapa hari terakhir membuat pelaku usaha kecil di Kota Palangka Raya mulai kelimpungan. Mulai dari plastik es, kantong kresek hingga gelas plastik (cup), seluruhnya mengalami lonjakan harga yang cukup tajam, bahkan disebut-sebut mencapai hingga 60 persen.
Kondisi ini sontak menjadi perhatian para pedagang eceran, khususnya di kawasan Pasar Besar Tradisional. Mereka mengaku harus merogoh kocek lebih dalam hanya untuk memenuhi stok barang dagangan yang sebelumnya terbilang stabil.
Aulia Rahman (21), salah satu pedagang di kawasan Pasar Besar Tradisional Kota Palangka Raya, Aulia Rahman (21), mengungkapkan bahwa kenaikan harga terasa begitu cepat dan signifikan.
Ia mencontohkan, harga satu karung plastik es batu merek Bawang yang sebelumnya berada di kisaran Rp890 ribu, kini melonjak drastis menjadi sekitar Rp1,44 juta.
“Kalau dihitung, kenaikannya hampir 60 persen. Biasanya belanja sekitar Rp800 ribuan, sekarang bisa tembus Rp1,4 juta,” ujarnya, Kamis 14 April 2026.
Lonjakan harga tersebut memaksa pedagang untuk menyesuaikan harga jual di tingkat eceran. Plastik es yang sebelumnya dijual Rp7.000 kini naik menjadi Rp10.000 per bungkus. Kantong kresek bahkan mengalami kenaikan lebih tinggi, dari Rp9.000 menjadi Rp15.000. Sementara gelas plastik (cup) ikut naik dari Rp12.000 menjadi Rp15.000.
Menurut Aulia, kenaikan ini bukan tanpa sebab. Informasi dari distributor menyebutkan bahwa bahan baku plastik yang sebagian besar berasal dari luar negeri tengah mengalami kendala pasokan. Selain itu, distribusi logistik juga disebut mengalami perlambatan.
Pasokan barang yang dijual Aulia sendiri didatangkan dari Pulau Jawa melalui jalur distribusi Banjarmasin, yang turut terdampak situasi tersebut.
Para pedagang pun berharap kondisi ini tidak berlangsung lama. Mereka menanti stabilnya kembali harga bahan baku serta kelancaran distribusi agar aktivitas usaha dapat berjalan normal seperti sebelumnya. Zal

