Palangka Raya – Penjabat (Pj.) Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Tengah, Linae Victoria Aden, menghadiri Jamuan Hasupa Hasundau atau gala dinner Pemilihan Jagau dan Nyai Kalimantan Tengah Tahun 2026 yang digelar di Istana Isen Mulang Rumah Jabatan Gubernur Kalteng, di Palangka Raya, Jumat (15/5/2026).
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian Festival Budaya Isen Mulang (FBIM) Tahun 2026 yang akan berlangsung pada 17–23 Mei 2026. Suasana gala dinner berlangsung hangat dan penuh semangat kebersamaan antarfinalis dari berbagai kabupaten dan kota di Kalimantan Tengah.
Dalam sambutannya, Linae Victoria Aden menyampaikan apresiasi kepada seluruh finalis yang telah terpilih sebagai putra-putri terbaik daerah masing-masing untuk mengikuti ajang Jagau dan Nyai Kalteng 2026.
“Para finalis Jagau dan Nyai adalah representasi generasi muda sebagai duta budaya dan pariwisata daerah masing-masing,” ujarnya.
Menurut Linae, peran Jagau dan Nyai tidak hanya sebagai simbol budaya daerah, tetapi juga diharapkan menjadi agen perubahan yang mampu membangun citra positif Kalimantan Tengah melalui promosi budaya dan pariwisata yang berkelanjutan.
Ia menegaskan sektor pariwisata memiliki peran strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi, membuka lapangan pekerjaan, sekaligus memperkuat identitas budaya lokal. Karena itu, diperlukan generasi muda yang kreatif, berkarakter, dan memiliki kepedulian terhadap pelestarian budaya daerah.
“Jagau dan Nyai bukan sekadar simbol budaya, tetapi agen perubahan yang membangun citra positif daerah serta pariwisata yang inklusif dan berkelanjutan,” tegasnya.
Linae juga mengajak seluruh peserta untuk menjunjung tinggi sportivitas dan semangat kebersamaan selama mengikuti seluruh rangkaian kegiatan pemilihan Jagau dan Nyai Kalimantan Tengah Tahun 2026.
Sementara itu, Ketua TP-PKK Provinsi Kalimantan Tengah, Aisyah Thisia Agustiar Sabran, mengatakan para finalis merupakan representasi identitas budaya dan semangat generasi muda dari seluruh kabupaten dan kota di Kalimantan Tengah.
“Kalian adalah putra-putri terbaik yang merepresentasikan identitas budaya dan generasi muda dari seluruh kabupaten/kota di Kalimantan Tengah,” tuturnya.
Aisyah menambahkan bahwa ajang Jagau dan Nyai bukan sekadar kompetisi, tetapi juga ruang pembentukan karakter, aktualisasi diri, dan penguatan kecintaan terhadap budaya daerah.
Ia berharap seluruh finalis mampu menjadi teladan generasi muda dalam menjaga, mengembangkan, dan mempromosikan potensi pariwisata Kalimantan Tengah hingga dikenal di tingkat nasional maupun internasional.
Pemilihan Jagau dan Nyai Kalimantan Tengah Tahun 2026 diikuti perwakilan dari 12 kabupaten dan 1 kota, yakni Barito Selatan, Barito Timur, Barito Utara, Gunung Mas, Kapuas, Katingan, Lamandau, Murung Raya, Pulang Pisau, Seruyan, Sukamara, Kotawaringin Barat, serta Kota Palangka Raya.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut istri Ketua DPRD Provinsi Kalimantan Tengah Apristini Arton S. Dohong, perwakilan Ketua TP-PKK kabupaten/kota, serta kepala perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah. (red/mmckalteng)

