PALANGKARAYA -Diduga dipicu rasa sakit hati yang dipendam lama dan diperparah oleh pengaruh minuman keras, aksi pembunuhan brutal terjadi di Jalan Raflesia, Kota Palangka Raya. Pelaku diketahui sempat menggedor pintu rumah korban sebelum akhirnya menghabisi nyawa korban dengan tusukan mematikan.
Berdasarkan pengakuan awal, pelaku mendatangi rumah korban dan mengetuk pintu dengan keras. Saat pintu dibuka dan terjadi percakapan singkat, emosi pelaku memuncak. Tanpa memberi kesempatan korban menyelamatkan diri, pelaku langsung menusuk ulu hati korban hingga korban terjatuh bersimbah darah.
Warga sekitar sontak dibuat geger setelah menemukan sesosok pria tergeletak tak bernyawa di lokasi kejadian. Korban diketahui bernama Agus Bengkel, warga setempat, yang meninggal dunia akibat luka tusuk di bagian dada. Kepastian identitas korban disampaikan langsung oleh Ketua RT 05, Endang Susilowati, setelah menerima laporan dari petugas keamanan kompleks perumahan.
Begitu menerima kabar adanya pembunuhan, Endang segera menuju tempat kejadian perkara bersama sejumlah warga. Namun, dalam perjalanan menuju lokasi, rombongan justru berpapasan dengan seorang pria yang belakangan diketahui sebagai terduga pelaku, Eddy.
Tanpa ragu dan dalam kondisi emosi yang belum stabil, Eddy secara mengejutkan langsung mengakui perbuatannya.
“Saya membunuh Bu RT, saya tusuk jantungnya,” ujar Endang menirukan pengakuan Eddy, Sabtu (10/1/2026).
Mendengar pengakuan tersebut, Endang mengaku sempat menasihati Eddy agar menyadari bahwa tindakan pembunuhan merupakan perbuatan melanggar hukum dan tidak dapat dibenarkan dalam situasi apa pun. Namun, Eddy tetap bersikukuh dan mengaku nekat melakukan aksinya karena dilatarbelakangi dendam mendalam terhadap korban.
Fakta lain yang membuat warga semakin terkejut, korban dan pelaku ternyata masih memiliki hubungan keluarga. Eddy diketahui merupakan keponakan dari korban, Agus Bengkel. Bahkan, Eddy juga menyebut bahwa adik kandungnya yang tinggal serumah dengan korban sempat menjadi sasaran berikutnya. Beruntung, adiknya berhasil melarikan diri bersama anak korban sehingga tidak menimbulkan korban tambahan.
“Laporkan saja saya, Bu RT,” ucap Eddy, kembali ditirukan Endang.
Sementara itu, saksi utama dalam peristiwa berdarah tersebut adalah adik Eddy yang tinggal bersama korban. Namun hingga kini, saksi belum berhasil ditemui pihak RT karena diduga masih mengalami trauma berat akibat kejadian tersebut.
Situasi sempat menegang saat aparat kepolisian tiba di lokasi. Ipda Zulkifli, yang berada di tempat kejadian, membujuk Eddy agar meletakkan gunting yang masih dipegangnya dan diduga kuat digunakan sebagai senjata untuk menghabisi nyawa korban.

Setelah pelaku berhasil diamankan tanpa perlawanan, Ipda Zulkifli langsung menghubungi Pamapta SPKT Polresta Palangka Raya untuk proses penahanan lebih lanjut.
Saat ini, Eddy telah diamankan di Polresta Palangka Raya dan menjalani pemeriksaan intensif. Satreskrim Polresta Palangka Raya masih terus mendalami motif serta kronologi lengkap pembunuhan yang menggemparkan. Zal

