PALANGKARAYA – Menjelang waktu berbuka puasa, suasana di sepanjang Jalan Ais Nasution, Palangka Raya, tampak semakin semarak. Warga berbondong-bondong mendatangi Pasar Ramadan yang digelar di kawasan tersebut untuk berburu takjil, mengisi waktu menunggu azan magrib dengan memilih aneka hidangan berbuka.
Sejak pukul 13.00 WIB, puluhan pedagang mulai membuka lapak dan menata dagangan mereka. Aroma makanan khas berbuka puasa bercampur dengan riuh percakapan pembeli, menciptakan suasana hangat yang menjadi ciri khas Ramadan setiap tahunnya. Pilihan kuliner yang beragam dengan harga terjangkau menjadi daya tarik utama yang membuat pasar ini selalu ramai.
Mulai dari jajanan tradisional hingga makanan siap saji, semuanya tersedia. Pengunjung dapat dengan mudah menemukan kue basah, aneka gorengan, lauk pauk siap santap, sayur matang, minuman segar, hingga es buah yang menggoda selera. Hampir setiap lapak dipadati pembeli yang tak ingin kehabisan hidangan favorit mereka.
Bagi sebagian warga, pasar ini bukan sekadar tempat membeli makanan, tetapi juga menjadi tradisi Ramadan yang selalu dinanti. Salah seorang pembeli, Tila, mengaku hampir setiap tahun datang untuk berburu menu berbuka. Menurutnya, pilihan makanan yang beragam dan harga yang ramah di kantong membuat pasar ini menjadi favorit.
“Saya setiap Ramadan sering ke sini. Menunya beragam dan harganya terjangkau,” katanya saat ditemui di tengah keramaian, Senin 23 Februari 2026.
Para pedagang pun merasakan berkah yang sama. Wiwi, salah seorang penjual kue tradisional, mengatakan dagangannya selalu laris menjelang waktu berbuka. Kue ceper dan bingka menjadi yang paling banyak dicari, masing-masing dijual sekitar Rp10 ribu per potong.
“Yang paling banyak dicari kue ceper. Harganya Rp10 ribu per potong, Kue ceper dan bingka menjadi yang paling banyak diminati,” katanya.
Kue tradisional khas daerah seperti bingka, kue ceper, hingga lapis pandan memang menjadi primadona di antara deretan jajanan lainnya. Keramaian yang terus terjadi setiap sore bukan hanya menambah semarak suasana Ramadan, tetapi juga menjadi penggerak ekonomi bagi para pedagang yang memanfaatkan momen ini untuk meningkatkan penghasilan. Zal

