Palangka Raya, 20 November 2025 — Kabupaten Murung Raya kembali mencatat prestasi pada Rakor Penanggulangan Kemiskinan 2025 yang digelar Bapperida Kalimantan Tengah, Kamis (20/11/2025). Pada agenda yang dipimpin Wakil Gubernur Edy Pratowo tersebut, Murung Raya ditetapkan sebagai kabupaten dengan penurunan kemiskinan terbaik kedua se-Kalteng.
Wagub menegaskan pentingnya sinergi antarinstansi agar program pengentasan kemiskinan berjalan sejalan dengan tujuan SDGs. Penghargaan diterima oleh Penjabat Sekda Murung Raya, Drs. Sarwo Mintarjo, mewakili Bupati Heriyus, S.E. Murung Raya tercatat berhasil menurunkan angka kemiskinan sebesar 0,39 poin atau 5,93 persen. Barito Timur meraih posisi pertama, disusul Murung Raya dan Kabupaten Seruyan di peringkat ketiga.
Sarwo Mintarjo menyampaikan bahwa capaian tersebut menjadi motivasi Pemkab Murung Raya untuk terus memperkuat program prioritas daerah, termasuk peningkatan akses pendidikan dan kesehatan, pemberdayaan ekonomi masyarakat, pembangunan infrastruktur dasar, serta penguatan kerja sama dengan pemerintah provinsi dan pusat.
Capaian Murung Raya menunjukkan bahwa strategi pengentasan kemiskinan yang diimplementasikan berjalan efektif. Penurunan yang signifikan ini tidak hanya mencerminkan keberhasilan program pemerintah daerah, tetapi juga kolaborasi kuat antara berbagai sektor dan masyarakat.
Beberapa faktor yang menjadi kunci keberhasilan antara lain :
Koordinasi lintas sektor yang intensif, sejalan dengan kerangka kerja SDGs.
Fokus pada layanan dasar seperti pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur yang langsung dirasakan masyarakat.
Pemberdayaan ekonomi masyarakat yang memberi dampak pada peningkatan pendapatan.
Kolaborasi berkelanjutan dengan pemerintah provinsi dan pusat yang memperkuat implementasi program.
Dengan mempertahankan pola kerja kolaboratif dan memperluas program strategis, Murung Raya berpotensi meraih posisi lebih baik di masa mendatang. Prestasi ini juga menjadi contoh bahwa pendekatan pembangunan yang inklusif mampu memberikan dampak nyata dalam menekan angka kemiskinan di daerah. (Red)

