PALANGKA RAYA – Kamar Dagang dan Industri (KADIN) didorong untuk semakin memperkuat perannya sebagai mitra strategis pemerintah dalam menggerakkan perekonomian daerah dan menciptakan lapangan kerja yang lebih luas. Hal tersebut disampaikan Wakil Ketua Umum KADIN Indonesia, Dr. Andi Muhammad Yuslim Patawari, menjelang pelaksanaan Musyawarah Provinsi (Musprov) VIII KADIN Kalimantan Tengah.
Menurutnya, kemajuan dunia usaha di Kalimantan Tengah tidak hanya bergantung pada pertumbuhan investasi, tetapi juga pada kemampuan seluruh pemangku kepentingan membangun ekosistem usaha yang sehat dan berkelanjutan. Sinergi antara KADIN, pelaku usaha, dan pemerintah dinilai menjadi fondasi utama dalam menghadapi tantangan ekonomi yang semakin dinamis.
Ia menegaskan, KADIN harus hadir sebagai jembatan yang mampu menghubungkan kepentingan dunia usaha dengan program pembangunan daerah. Dengan demikian, kebijakan yang dihasilkan dapat mendukung pertumbuhan ekonomi sekaligus memberikan manfaat langsung bagi masyarakat melalui peningkatan kesempatan kerja.
Selain itu, kesiapan sektor usaha dalam menyerap tenaga kerja perlu dibarengi dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia. Karena itu, pengembangan SDM yang kompeten dan berdaya saing menjadi bagian penting dalam strategi pembangunan ekonomi daerah.
Salah satu upaya yang telah dilakukan KADIN Kalimantan Tengah adalah meluncurkan Program Mahasiswa Entrepreneur “MATANG” (Miliarder Huma Betang) pada Rapimprov KADIN Kalteng akhir tahun 2025 lalu. Program tersebut diarahkan untuk mencetak generasi muda yang mampu menjadi wirausahawan sekaligus penggerak ekonomi baru di daerah.
Dr. Andi Muhammad Yuslim Patawari menilai program tersebut memiliki potensi besar dalam mendukung lahirnya ekosistem investasi yang kuat. Melalui penguatan kewirausahaan sejak dini, Kalimantan Tengah diharapkan mampu mencetak SDM unggul yang siap menghadapi persaingan global.
Ia juga memastikan akan menghadiri Musprov VIII KADIN Kalteng dan pelantikan kepengurusan baru yang berlangsung pada 9–10 Juli 2026. Momentum tersebut diharapkan menjadi titik awal penguatan kolaborasi antara dunia usaha dan pemerintah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif di seluruh wilayah Kalimantan Tengah. (red/ist)


