Palangka Raya– Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran menegaskan pentingnya perlindungan terhadap pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) sebagai salah satu pilar utama penggerak ekonomi masyarakat.
Hal tersebut disampaikannya saat menghadiri peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-16 Gerakan Pemuda Dayak (Gerdayak) Indonesia Tahun 2026 di Ballroom Bahalap Hotel Palangka Raya, Sabtu (6/6/2026).
Di hadapan para bupati dan wali kota se-Kalimantan Tengah, Gubernur meminta agar pemerintah daerah memberikan perhatian serius terhadap keberlangsungan UMKM lokal agar mampu berkembang dan bersaing di tengah pesatnya pertumbuhan ritel modern.
“Saya minta para bupati dan wali kota untuk bersama-sama memikirkan langkah yang dapat melindungi dan memulihkan UMKM agar tetap berkembang dan menjadi penggerak ekonomi masyarakat,” kata Agustiar Sabran.
Menurutnya, keberadaan UMKM memiliki peran strategis dalam menciptakan lapangan kerja serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat di daerah. Karena itu, kebijakan pembangunan harus memberikan ruang yang lebih besar bagi pelaku usaha lokal untuk tumbuh dan berkembang.
Selain membahas penguatan ekonomi kerakyatan, Gubernur juga mengingatkan pentingnya menjaga persatuan dan kebersamaan dalam mendukung pembangunan daerah dan nasional.
Ia menilai tantangan pembangunan saat ini membutuhkan sinergi seluruh elemen masyarakat agar berbagai program pemerintah dapat berjalan maksimal dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Puncak peringatan HUT ke-16 Gerdayak Indonesia ditandai dengan pemberian penghargaan dan Medali Kehormatan Gerdayak Indonesia “Tingang Menteng Bapengang Simpei” kepada sejumlah tokoh yang dinilai berkontribusi dalam pembinaan dan pengembangan organisasi.
Melalui peringatan tersebut, Gerdayak Indonesia diharapkan terus berperan aktif dalam menjaga persaudaraan, melestarikan budaya Dayak, serta mendukung pembangunan dan kemajuan Kalimantan Tengah. (red/mmckalteng)


