PALANGKARAYA – Sidang lanjutan perkara dugaan pengancaman dengan terdakwa Ernawati alias Zheze Galuh kembali mengalami penundaan. Persidangan yang dijadwalkan berlangsung pukul 09.00 WIB belum dapat dimulai lantaran terdakwa tidak hadir di ruang sidang.
Berdasarkan informasi yang terungkap di persidangan, Zheze Galuh diketahui sedang melakukan siaran langsung melalui akun TikTok pribadinya sambil menjalani perawatan.
Sementara itu, dua penasihat hukumnya, Yohanes dan Endas Trisnawati, tampak hadir dan menunggu jalannya sidang sejak pagi, Kamis (18/12/2025).
Setelah menunggu cukup lama, persidangan baru dibuka sekitar pukul 14.30 WIB. Namun, ketidakhadiran terdakwa membuat suasana ruang sidang tampak kurang kondusif. Beberapa pihak terlihat menunjukkan raut wajah kecewa, termasuk majelis hakim.
Ketua Majelis Hakim, Yunita, akhirnya memutuskan untuk kembali menunda persidangan. Dalam sidang tersebut, pelapor Hikmah Novitasari terlihat hadir bersama dua rekannya untuk mengikuti proses hukum yang berlangsung.
Sebelumnya, agenda persidangan dijadwalkan menghadirkan tujuh orang saksi di hadapan majelis hakim. Dari keterangan yang telah disampaikan para saksi, sebagian besar pernyataan justru dinilai memperberat posisi terdakwa.
Enam saksi yang dihadirkan Jaksa Penuntut Umum, Rini Wahidah, mengaku melihat secara langsung dugaan ancaman yang dilakukan Zheze Galuh melalui siaran langsung di media sosial Facebook. Para saksi menyebut, dalam tayangan tersebut, Zheze terlihat mengacungkan senjata tajam sambil mengucapkan kalimat bernada intimidasi.
Kesaksian para saksi ini dinilai menguatkan dugaan bahwa perbuatan ancaman tidak hanya terjadi di dunia maya, tetapi juga memiliki dampak nyata terhadap pihak pelapor.
Akibat ketidakhadiran terdakwa, majelis hakim memutuskan menunda persidangan hingga Selasa, 23 Desember 2025. Sidang selanjutnya dijadwalkan akan menghadirkan saksi ahli di bidang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE). Zal


