PALANGKA RAYA-Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah menegaskan komitmennya untuk mempercepat pengoperasian Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih sebagai penggerak ekonomi lokal. Komitmen tersebut ditegaskan dalam Rapat Temu Mitra Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih Tahun 2026 yang digelar di Aula Bajakah, Kantor Gubernur Kalteng, Palangka Raya, Senin (19/1/2026).
Rapat dibuka Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kalteng Herson B. Aden dan dihadiri perwakilan Kodam XII/Tanjungpura, Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Kalteng, dinas koperasi kabupaten/kota, BUMN PT Agrinas, serta perbankan nasional dan daerah.
Herson menyampaikan, koperasi Merah Putih di Kalteng pada dasarnya telah terbentuk dan memiliki legalitas, namun sebagian besar belum dapat beroperasi optimal karena keterbatasan gerai, gudang, dan sarana pendukung lainnya. Kondisi ini, menurutnya, perlu segera dikejar secara bersama-sama lintas sektor.
Pemprov Kalteng melalui program Huma Betang Sejahtera menargetkan sedikitnya 50 koperasi aktif pada 2026 yang akan menerima bantuan stimulus berkisar Rp200–300 juta per koperasi dengan skema bergulir. Koperasi juga diarahkan menjadi mitra strategis pemerintah dalam penyaluran bantuan sosial dan ekonomi agar distribusi lebih efisien dan langsung menyentuh masyarakat desa dan kelurahan.
Meski demikian, tantangan masih dihadapi, mulai dari persoalan lahan dan aset, permodalan, hingga keterbatasan listrik, air bersih, dan jaringan internet. Untuk mendukung operasional koperasi, Pemprov Kalteng berencana menyediakan dukungan internet satelit di sejumlah wilayah prioritas pada tahun 2026.
Selain itu, pemerintah kabupaten/kota didorong memberikan fleksibilitas pemanfaatan aset daerah melalui skema pinjam pakai atau hibah sebagai solusi sementara bagi koperasi yang belum memiliki gedung sendiri.
Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Kalteng Rahmawati mengungkapkan, hingga kini baru 13 Koperasi Desa Merah Putih yang terdata aktif dan siap menerima bantuan. Progres pembangunan gerai koperasi juga masih tergolong lambat, dengan realisasi fisik sekitar 40 persen dari target 205 unit.
Melalui rapat temu mitra ini, Pemprov Kalteng berharap terbangun kesepahaman dan sinergi antara pemerintah daerah, TNI, BUMN, dan perbankan untuk mempercepat pembangunan gerai dan pergudangan koperasi secara terukur dan berkelanjutan, sehingga Koperasi Merah Putih benar-benar berfungsi sebagai motor penggerak ekonomi desa dan kelurahan. (red/mmckalteng)


